Powered by Blogger.

Friday, 4 April 2014

                                                       
tgk syik di tiro salah satu

Ini pertama kali saya mengunjungi tempat makam seorang pahlawan nasional. Makam yang terletak di kecamatan indrapuri kab aceh besar aku kunjungi dengan beberapa kawan yang menetap di banda aceh stahun yang lalu sekitar bulan februari.  Tak ada salah nya bila kita mengunjungi makam seorang pejuang kemerdekaan yang begitu gigih melawan belanda. Seorang pejuang dan juga seorang ulama aceh. Jalam untuk menuju ke sana bila melalui pasar indrapuri kemudian belok kiri. Selanjut nya sobat bisa mengikuti petunjuk yang ada di jalan. Komplek pemakaman berada dekat persawahan warga . dalam komplek pemakaman terdapat meunasah untuk tempat salat. Kemudian ada balai yang jadikan untuk tempat duduk bagi pengunjung. Di samping makam tgk chik di tiro bersemayam pula seorang putra terbaik aceh hasan tiro. Marilah kita jaga dan pelihara tempat tempat budaya yang ada di nanggroe kita. Salam lestari. Salam rimba raya..

di daerah indrapuri letaknya


halaman yang berada dalam komplek pemakaman
Read More

Tuesday, 18 March 2014

 tak sempurna rasa nya bila sobat yang datang dari luar lhokseumawe bila tak menginjak kaki nya atau sekedar memanjakan mata di air terjun yang satu ini. terletak di pedalaman aceh utara, tepat nya di kecamatan Buloh Blang Ara kampung blang kulam. dari situ lah maka nama nya aer terjun blang kulam. kondisi jalan sekarang yang sudah sangat layak menjadikan tempat ini ramai di kunjungi pada akhir pekan. jarak tempuh dari kota lhokseumawe sekitar 1-2 jam. bisa dari beberapa jalan untuk menuju lukasi tersebut. dari simpang buloh atau simpang line exxon. sampai di pasar/keude beureughang belok kanan kemudian lurus saja. waktu mau sampai ke lokasi belok ke kanan. kemudian lurus dan sampai sudah di  air terjun blang kulam.
            air terjun blang kolam terkenal karena tangga nya. bagi sahabat2 yang pingin menatap indah nya air terjun ini di harus kan menuruni ratusan anak tangga. tangga memiliki kemiringan yang cukup ekstrem yang mengharuskan kewaspadaan bagi sobat2 sekalian hehe. capek rasa nya menuruni tangga yang butuh waktu sekitar 30 menit. tergantung kekuatan sobat2. tapi jangan lah bersedih karena semua itu akan tergantikan ketika mata sobat menatap keindahan di depan sobat.
            Luang kan lah waktu sobat singgah tempat ini. Jangan lupa bawa bekal makanan karena orang jualan kurang dan juga harga nya yang ekstrem hehe.

tangga ratusan anak tangga

setinggi lebih kurang 40 M

indahnya

mantap gan

siap-siap yang mau nyemplung

silahka di kunjungi

sudah banyak sekali sampah disana
Read More

Monday, 10 March 2014





     BENTENG merupakan situs sejarah yang mempunyai cerita tersendiri. Di belakangnya ada kisah perlawanan, pemberontakan, dan heroisme orang-orang di zamannya. Demikian juga dengan Benteng Indra Patra yang terletak di Kecamatan Masjid Raya, sekitar 19 km dari Banda Aceh, menuju Pelabuhan Krueng Raya. Benteng ini masih tetap berdiri kokoh meski telah dihantam tsunami.
Sebagai sebuah situs bersejarah, Benteng Indra Patra perlu dijaga. Dari segi fisik, secara alami bangunan akan mengalami kerusakan digerus alam. Hujan, panas, Dinding mengelupas, batu pondasi berjatuhan satu persatu. Lama kelamaan bentuk aslinya tidak kelihatan lagi.





Dilihat Dari sisi sejarah, kisah-kisah seputar keberadaan benteng perlahan-lahan akan dilupakan orang. Bahkan orang-orang yang tinggal sekitar benteng pun belum tentu tahu asal muasal dinding besar di hadapan rumah mereka.
Benteng Indrapatra ini dibangun pada masa kerajaan Lamuri, yaitu sebuah kerajaan hindu pertama di Aceh. Tepatnya pada abad ke tujuh masehi. Benteng ini dibangun pada posisi yang sangat strategis karena berhadapan langsung dengan selat malaka. Disebabkan karena alasan keamanan serta pertahanan kerajaan tersebut.
Saat itu benteng Indrapatra ini dibangun dengan tujuan untuk membentengi serangan masyarakat Lamuri dari gempuran meriam-meriam yang berasal dari kapal- kapal perang Portugis. Di samping itu, benteng ini juga dipakai sebagai tempat beribadah umat Hindu yang berada di Aceh saat itu.
Peranan dan fungsi dari benteng Indrapatra berlangsung hingga masa islam tiba di Aceh. Pada masa kerajaan Sultan Iskandar Muda dengan laksamananya yang sangat dikenal dan segani yaitu Laksamana Malahayati (laksamana Wanita pertama Di dunia) benteng ini dipergunakan sebagai benteng pertahanan bagi kerajaan Aceh Darusssalam dari serangan musuh yang berasal dari laut.
Hingga saat ini hanya tertinggal dua benteng yang masih berdiri kokoh. Benteng utamanya berukuran 70 x 70m, ketinggiannya mencapai 4 meter, serta ketebalan dinding sampai 2 meter. Benteng indapatra memiliki arsitektur yang unik, terbuat dari beton kapur ( susunan berasal dari batu gunug, sebagai perekat berasal dari campuran kapur, tanah liat, dan alusan kulit kerang, serta alat perekat lainnya.
Dalam benteng utama terdapat dua buah “stupa” atau bangunan yang menyerupai kubah dimana di dalamnya terdapat sumur sebagai tempat air bersih yang digunakan oleh umat hindu untuk penyucian diri dalam rangka peribadahan. Di samping itu, di dalam benteng juga terdapat bunker sebagai tempat penyimpanan meriam, peluru, dan senjata.
Di setiap sisi dinding benteng terdapat 11 lubang yang digunakan sebagai tempat pengintai musuh. Sebagai masyarakat yang menghargai sejarah sudah selayaknya benteng Indra Patra dirawat dan dilestarikan. Serta agendakan benteng Indapatra sebagai wisata sejarah anda. Karena sejatinya beragam sejarah terdapat di Aceh.
*Penulis Adalah mahasiswi ilmu komunikasi Fisip Unsyiah
Read More
Travel Blogger Indonesia

Aceh Blogger Cummunity

Aceh Blogger Cummunity